Apa itu feature?
Dalam ilmu jurnalistik, feature merupakan salah satu bentuk tulisan
non fiksi, dengan karakter human interest yang kuat. Feature adalah
sebuah tulisan jurnalistik juga, namun tidak selalu harus mengikuti
rumus klasik 5W + 1 H.
Feature adalah jenis tulisan yang lebih bersifat menghibur, isinya
kadang sesuatu yang remeh dan luput dari liputan wartawan straight news,
tetapi tidak terlalu terikat dengan tenggat waktu. Ia bisa ditulis
kapan saja dan di-publish kapan saja. Karenanya, ia awet.
Menulis feature lebih ’santai’, tidak dituntut tenggat, dan bisa
bicara apa saja. Memang konsekuensinya, nilai beritanya tidak ‘hard’
alias tidak banyak diburu orang. Bagaimanapun orang cenderung pada
berita terbaru ketimbang yang santai.
Sebuah feature hendaknya ditulis dengan gaya bertutur, deskriptif,
sedemikian rupa sehingga susunan kata dan kalimatnya mampu menggambarkan
atau melukiskan suatu profil atau peristiwa tertentu. Oleh karena itu,
feature sesungguhnya sebuah “cerita”, tapi bukan cerita mengenai fiksi
melainkan mengenai fakta. A feature is a story about facts, not about
fiction (feature ialah cerita tentang fakta, bukan tentang fiksi).
Sedangkan karya tulis tentang fiksi disebut novel, cerita pendek.
Bentuk tulisan feature tidak terpaku pada bentuk piramida terbalik.
Justru mengharapkan pembaca mengikuti dengan seksama dari awal hingga
akhir tulisan. Kalau diberita langsung (straight news) pembaca cukup
membaca paragraf awal tulisan, maka di dalam feature justru inti tulisan
baru ditemukan bila membaca dari awal hingga akhir. Dalam penulisan
feature agar tidak tersesat kemana mana, tentukan dulu angle/sudut
pandang tulisan yang akan memandu arah tulisan.
Fungsi feature mencakup lima hal:
a. Melengkapi sajian berita langsung (straight news).
b. Pemberi informasi tentang suatu situasi, keadaan, atau peristiwa yang terjadi.
c. Penghibur dan pengembangan imajinasi yang menyenangkan.
d. Wahana pemberi nilai dan makna terhadap suatu keadaan atau peristiwa.
e. Sarana ekspresi yang paling efektif dalam mempengaruhi khalayak.
Tulisan feature mempunyai beberapa ciri khas, antara lain:
1. Mengandung segi human interest. Tulisan feature memberikan
penekanan pada fakta-fakta yang dianggap mampu menggugah
emosi-menghibur, memunculkan empati dan keharuan. Dengan kata lain,
sebuah feature juga harus mengandung segi human interest atau human
touch-menyentuh rasa manusiawi. Karenanya, feature termasuk kategori
soft news (berita ringan) yang pemahamannya lebih menggunakan emosi.
Berbeda dengan hard news (berita keras), yang isinya mengacu kepada dan
pemahamannya lebih banyak menggunakan pemikiran.
2. Mengandung unsur sastra. Satu hal penting dalam sebuah
feature adalah ia harus mengandung unsur sastra. Feature ditulis dengan
cara atau gaya menulis fiksi. Karenanya, tulisan feature mirip dengan
sebuah cerpen atau novel-bacaan ringan dan menyenangkan-namun tetap
informatif dan faktual. Karenanya pula, seorang penulis feature pada
prinsipnya adalah seorang yang sedang bercerita.
Jadi, feature adalah jenis berita yang sifatnya ringan dan menghibur.
Ia menjadi bagian dari pemenuhan fungsi menghibur (entertainment)
sebuah surat kabar.
Ada berapa jenis feature-kah yang selama ini dikenal dalam dunia jurnalistik?
Ada puluhan jenis feature. Mulai dari feature tentang manusia, binatang,
tumbuh-tumbuhan, alam, sejarah, antropologi, luar angkasa, hantu-hantu.
Menurut Wolseley dan Campbell terdapat enam jenis feature:
1. Feature minat insani (human interest feature)
2. Feature sejarah (hystorical feature)
3. Feature biografi (biografical feature)
4. Feature perjalanan (travelogue feature)
5. Feature yang mengajarkan keahlian (how-to-do feature)
6. Feature ilmiah (scientific feature)
Berikut ini penjelasan singkat mengenai beberapa jenis feature.
Feature human interest (human interest feature), ialah
feature yang langsung menyentuh keharuan, kegembiraan, kejengkelan atau
kebencian, simpati, dan sebagainya. Misalnya, cerita tentang penjaga
mayat di rumah sakit, kehidupan seorang petugas kebersihan di jalanan,
liku-liku kehidupan seorang guru di daerah terpencil, suka-duka menjadi
dai di wilayah pedalaman, atau kisah seorang penjahat yang dapat
menimbulkan kejengkelan.
Feature sidebar, ialah feature yang memberitakan
bagian-bagian lain dari sebuah peristiwa besar yang di dalamnya
mengandung unsur human interest. Seperti, nasib para pengungsi yang
kehilangan rumah ketika banjir bandang menimpa mereka.
Feature biografi (biografical feature). Misalnya, riwayat
hidup seorang tokoh yang meninggal, tentang seorang yang berprestasi,
atau seseorang yang memiliki keunikan sehingga bernilai berita tinggi.
Itu sebabnya, kamu bisa menuliskan tentang profil para pemimpin Islam di
masa lalu, misalnya. Atau kamu juga bisa cerita tentang kisahnya
al-Khawarizmi, ilmuwan muslim yang menemukan angka nol.
Feature profil (profile features), menceritakan tentang sisi
hidup publik figur, organisasi, dan komunitas masyarakat, misalnya
berita tentang proses hidup seorang pengusaha sukses yang berawal dari
gelandangan, cerita sukses sebuah LSM dalam membangun masyarakat
pedalaman, atau cerita ngiris komunitas masyarakat tertentu. Profile
feature tidak hanya cerita sukses saja, tetapi juga cerita kegagalan
seseorang. Tujuannya agar pembaca dapat bercermin lewat kehidupan orang
lain.
Feature perjalanan (travelogue feature). Misalnya
menceritakan pengalaman berkesan dari sebuah perjalanan. Misalnya
kunjungan ke tempat bersejarah di dalam ataupun di luar negeri, atau ke
tempat yang jarang dikunjungi orang. Dalam feature jenis ini, biasanya
unsur subjektivitas menonjol, karena biasanya penulisnya yang terlibat
langsung dalam peristiwa/perjalanan itu mempergunakan “aku”, “saya”,
atau “kami” (sudut pandang-point of view-orang pertama). Ambil contoh
tentang perjalanan menunaikan ibadah haji. Perjalanan ke tanah suci itu
bisa kamu tuangkan dalam sebuah tulisan bergaya feature yang menarik.
Itu sebabnya, disarankan untuk membawa buku catatan kecil untuk
menuliskan semua peristiwa yang dialami sebagai bahan penulisan.
Feature “dibalik layar” (explanatory features), menceritakan
tentang apa yang sebenarnya terjadi dibalik suatu peristiwa. Misalnya,
cerita/berita tentang fakta-fakta yang menyebabkan buruh mogok kerja.
Feature sejarah (hystorical feature), yaitu feature tentang
peristiwa masa lalu, namun masih menarik diberitakan masa kini, seperti
berita tentang peran Soeharto pada penumpasan PKI yang sering
diberitakan media massa menjelang beliau wafat. Misalnya juga peristiwa
Keruntuhan Khilafah Islamiyah, sejarah tentang Istana al-Hamra dan
benteng Granada. ‘Melongok’ kejayaan Islam di masa lalu. Sejarah tentang
kekejaman tentara Salib saat membantai kaum muslimin, sejarah pertama
kali Islam masuk ke Indonesia dan sebagainya. Banyak kok sejarah yang
bisa kita tulis dengan jenis feature ini.
Feature musiman (seasonal features), bercerita tentang
peristiwa unik dan menarik yang terjadi secara rutin, baik setiap tahun,
setiap momen, atau setiap musim. Misalnya, cerita riuh-gembira
orang-orang kampung ketika lebaran (hari raya Idul fitri) tiba, dsb.
Feature tren (trend features), ialah feature yang
menceritakan tentang gaya hidup komunitas tertentu atau masyarakat pada
umumnya dalam jangka waktu tertentu. Misalnya gaya hidup remaja desa
ketika HP masuk ke kampung-kampung.
Feature petunjuk praktis (tips), disebut juga how-to-do
feature, ialah feature yang menjelaskan tentang bagaimana suatu
perbuatan atau aktifitas dilakukan. Misalnya, tentang bagaimana caranya
merawat mobil agar irit bensing, memasak, merangkai bunga, membangun
rumah, seni mendidik anak, panduan memilih perguruan tinggi, cara
mengendarai bajaj, teknik beternak bebek, seni melobi calon mertua
(he..he..he..) dan sebagainya.
Feature ilmiah (scientific feature), ialah feature mengenai
ilmu pengetahuan dan teknologi yang ditandai oleh kedalaman pembahasan
dan objektivitas pandangan yang dikemukakan, menggunakan data dan
informasi yang memadai. Feature ilmu pengetahuan dan teknologi dapat
dimuat di majalah teknik, komputer, pertanian, kesehatan, kedokteran,
dll. Bahkan surat kabar pun sekarang memberi rubrik Science Feature.
Apakah tema-tema berdasarkan bidang / sektor kehidupan bisa diangkat sebagai feature?
Bisa. Misalnya bidang sosial, politik, budaya, ekonomi dll. Sektornya
mulai dari kesenian, pemerintahan, perdagangan dll. Namun dalam
mengangkat bidang, sektor maupun komoditas yang lebih konkrit menjadi
sebuah feature, penulis akan menekankan segi manusianya, binatangnya,
tumbuh-tumbuhannya atau alamnya. Bukan menekankan segi permasalahannya.
Hal yang terakhir ini lebih tepat diangkat menjadi artikel atau esai.
Secara konkrit, bagaimanakah sebuah feature ditulis?
Misalnya ada kecelakaan pesawat terbang. Straight newsnya adalah berita
tentang kecelakaan tersebut. Kemudian ada interpreted news dari maskapai
penerbangan, pabrik pesawat, aparat perhubungan, pihak keluarga korban
dll. mengenai kecelakaan tersebut. Ada lagi artikel dari seorang pakar
cuaca yang mengulas kecelakaan tersebut dari aspek buruknya cuaca pada
saat peristiwa terjadi. Feature yang bisa ditulis antara lain: 1-
mengenai istri/anak pilot yang menjadi korban; 2- pacar pramugari yang
juga menjadi korban; 3- petugas SAR yang tanpa kenal lelah membantu
mengumpulkan jasad para korban dll. dengan menekankan segi human
interestnya.
Apakah yang disebut sebagai human interest?
Human interest bisa diartikan sebagai rasa kemanusiaan. Hingga feature
yang disebut sebagai tulisan yang menekankan segi human interest
dimaksudkan sebagai tulisan yang menekankan segi yang bisa menyentuh
rasa kemanusiaan pembacanya.
Mengapa segi human interest paling diutamakan dalam sebuah feature?
Karena berita (news) sudah ditampilkan dengan lugas dan dengan bahasa
yang sangat formal. Dalam artikel, fakta dan data juga harus dianalisis
dengan serius dan diberi opini yang juga harus serius. Agar pembaca
media cetak tidak bosan, maka diperlukan sebuah bentuk tulisan yang
menekankan segi human interest. Itulah sebabnya segi ini paling
diutamakan dalam feature. Dalam perkembangan lebih lanjut, berita pun
bisa dikembangkan menjadi news feature, feature reporting, feature story
dll. Bahkan dalam perkembangan lebih lanjut, feature juga melahirkan
bentuk tulisan yang lebih baru (generasi baru) yang disebut sebagai How
To Do It Article (HTDI). Cabang jurnalisme yang pertamakali
memperkenalkan bentuk tulisan ini adalah jurnalisme kedokteran/
kesehatan pada abad XVI dan XVII.
Apakah segi human interest tersebut sudah melekat pada meteri tulisan, atau merupakan kreasi penulisnya?
Segi human interest dalam sebuah feature, harus benar-benar faktual
(berupa fakta nyata) yang melekat pada materi (bahan) tulisan.
Keterampilan penulis hanya dituntut untuk menyeleksi dan mengolah
bahan-bahan tersebut, hingga ketika telah menjadi tulisan dan
disampaikan ke pembaca, akan bisa menyentuh perasaan. Kalau segi human
interest tersebut merupakan hasil imajinasi atau keterampilan berpikir
si penulis, maka tulisan tersebut merupakan fiksi, bukan feature.
Apa sajakah yang bisa dikatagorikan sebagai human interest?
Yang bisa dikatagorikan sebagai human interest antara lain: masalah
percintaan; perjalanan/perjuangan hidup manusia, hewan, tumbuhan maupun
alam (gunung api, bintang); kelahiran/kematian; penderitaan (misalnya
derita TKI yang disiksa majikan di LN); ketabahan/ketegaran dalam
menghadapi cobaan/godaan dll.
Apakah feature dengan tema penderitaan bisa digunakan untuk menjelek-jelekkan pihak yang mengakibatkan penderitaan tersebut?
Bisa, namun feature tersebut akan menjadi feature propaganda. Nilai
sebuah feature propaganda, akan lebih rendah dibanding dengan feature
yang benar-benar hanya menceritakan penderitaan seseorang atau
sekelompok orang. Sebab yang harus geregetan, marah dsb. adalah pembaca
media massa, setelah membaca feature tersebut. Bukan penulisnya.
Bagaimana menulis feature (yang baik)?
Sebelum menulis, pertama-tama pilihlah kasus yang (sangat) menarik, yang
menyangkut kepentingan banyak orang (publik), yang prestisius untuk
ditulis. Seorang wartawan atau penulis yang baik dan berpengalaman
biasanya memiliki nose of news (daya cium, daya endus berita), yang akan
selalu bisa terasah jika ia memiliki “jam terbang” cukup tinggi. Tapi,
nose of news selalu bisa dilatih. Setelah menemukan obyek, kasus atau
item tulisan, pikirkanlah apa kira-kira angle-nya. Yang dimaksud dengan
angle ialah “sudut pandang”, apa kira-kira masalah yang sangat penting
dan relevan dari kasus tersebut. Untuk menentukan angle biasanya cukup
sulit, sehingga diperlukan pemikiran, perenungan, bahkan diskusi dengan
kawan-kawan.
Bagaimana trik atau cara menulis feature?
Sebetulnya hampir sama dengan teknik menulis artikel lainnya, hanya saja
dalam menulis feature kita dituntut untuk lebih ‘menyentuh’ dan
memberikan nuansa lain dari sekadar sebuah berita. Itu sebabnya, feature
bisa berfungsi sebagai penjelasan atau tambahan untuk berita yang sudah
disiarkan sebelumnya, memberi latar belakang suatu peristiwa, menyentuh
perasaan dan mengharukan, menghidangkan informasi dengan menghibur,
juga bisa mengungkap sesuatu yang belum tersiar sebagai berita.
Yang perlu mendapat perhatian dalam penulisan feature ini, adalah
lead yang menarik. Nah, lead dalam feature inilah yang sepertinya
penting, meski bukan pokok memang. Bahkan jangan lupa, selain lead, kita
juga harus membuat tubuh dan endingnya dari tulisan tersebut. Sangat
boleh jadi ‘ending’ sebuah feature sama pentingnya dengan lead. Jadi
rasa-rasanya harus bisa menarik dan menggoda pembaca. Misalnya
memberikan kesimpulan atau mungkin ada ‘celetukan’ atau sindiran yang
menggoda pembaca. Di sinilah editor biasanya paling pusing untuk
memotong tulisan jenis feature, nggak gampang lho. Sama sulitnya dengan
‘mengobrak-abrik’ naskah cerpen. Kenapa? Karena semua bagian dalam
feature itu penting. Itu saja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar