Bunda Theresa, Tokoh Dunia yang Bersahaja
Mother Theresa atau yang lebih
dikenal dengan Bunda Theresa adalah seorang biarawati dari India. Ia lahir di
Albania pada tanggal 26 Agustus 1910. Beliau merupakan seorang biarawati yang
mengabdikan hidupnya untuk membantu masyarakat India.
Bunda Theresa mulai mengabdikan
dirinya pada tahun 1948 dengan mendirikan sebuah sekolah terbuka di sebuah
taman di India. Sekolah ini sangat berguna bagi masyarakat India terutama
anak-anak. Karena keteguhan dan ketulusannya, ia pun mendirikan yayasan sosial,
Missionaries of Charity. Yayasan sosial ini memiliki 450 cabang yang tersebar
di berbagai negara di dunia.
Oktober 1950 untuk memulai kongregasi
keuskupan, yang kemudian menjadi Misionaris Cinta Kasih atau Missionaries of
Charity. Misinya adalah untuk merawat "yang lapar, telanjang, tunawisma, orang
cacat, orang buta, penderita kusta, semua orang yang merasa tidak diinginkan,
tidak dicintai, tidak diperhatikan seluruh masyarakat, orang yang telah menjadi
beban bagi masyarakat dan dihindari oleh semua orang."
Kongregasi ini dimulai dengan 13 orang anggota di Kalkuta, kini telah lebih
dari 4.000 suster menjalankan panti asuhan, rumah bagi penderita AIDS dan pusat
amal di seluruh dunia, dan merawat para pengungsi, pecandu alkohol, orang buta,
cacat, tua, orang miskin dan tunawisma, korban banjir, dan wabah kelaparan.
Pada tahun 1952, Bunda Theresa membuka Home for the Dying pertama
diatas lahan yang disediakan oleh kota Kalkuta. Dengan bantuan pejabat India,
ia mengubah sebuah kuil Hindu yang
ditinggalkan menjadi Kalighat Home for the Dying, sebuah rumah
sakit gratis untuk orang miskin.
Bunda Theresa merasa perlu untuk membuat rumah bagi anak-anak yang hilang.
Pada tahun 1955, ia membuka Nirmala Shisu Bhavan, sebagai perlindungan bagi yatim piatu dan remaja tunawisma. Bunda Theresa
juga merupakan seorang pionir yang membangun rumah bagi penderita AIDS. Beliau
mendapat Nobel Perdamaian pada tahun 1979.
Pada April 1996, Bunda Theresa jatuh dan mematahkan tulang
selangkanya. Pada bulan Agustus,
ia menderita malaria dan gagal jantung di ventrikel kiri. Ia menjalani operasi jantung tapi
sudah jelas bahwa kesehatannya menurun. Ia dirawat di sebuah rumah sakit di California, dan ini telah menghasilkan beberapa kritik. Uskup Agung
Calcutta, Henry Sebastian D'Souza mengatakan, ia memerintahkan seorang pendeta
untuk melakukan eksorsisme kepada Bunda Theresa. Bunda Theresa meninggal pada tanggal 5 September 1997
di usianya yang ke 87 tahun. Petinggi-petinggi dari 23 negara menghadiri
pemakamannya pada tanggal 13 September 1997 di Stadion Netaji, India yang
berkapasitas sekitar 15000 orang dan pada saat
kematiannya, ia telah menjalankan 610 misi di 123 negara.
Perjuangan Bunda Theresa
merupakan salah satu tokoh yang berjasa bagi dunia. Beliau adalah aktivis yang
sangat berpengaruh bagi kehidupan dunia. Oleh karena itu, perjuangan Bunda
Theresa patut ditiru karena memberikan contoh yang mendalam bagi kita.