Minggu, 17 April 2016



Bunda Theresa, Tokoh Dunia yang Bersahaja

            Mother Theresa atau yang lebih dikenal dengan Bunda Theresa adalah seorang biarawati dari India. Ia lahir di Albania pada tanggal 26 Agustus 1910. Beliau merupakan seorang biarawati yang mengabdikan hidupnya untuk membantu masyarakat India.
            Bunda Theresa mulai mengabdikan dirinya pada tahun 1948 dengan mendirikan sebuah sekolah terbuka di sebuah taman di India. Sekolah ini sangat berguna bagi masyarakat India terutama anak-anak. Karena keteguhan dan ketulusannya, ia pun mendirikan yayasan sosial, Missionaries of Charity. Yayasan sosial ini memiliki 450 cabang yang tersebar di berbagai negara di dunia.
            Bunda Theresa mendapatkan izin Vatikan pada 7
 Oktober 1950 untuk memulai kongregasi keuskupan, yang kemudian menjadi Misionaris Cinta Kasih atau Missionaries of Charity. Misinya adalah untuk merawat "yang lapar, telanjang, tunawisma, orang cacat, orang buta, penderita kusta, semua orang yang merasa tidak diinginkan, tidak dicintai, tidak diperhatikan seluruh masyarakat, orang yang telah menjadi beban bagi masyarakat dan dihindari oleh semua orang."
Kongregasi ini dimulai dengan 13 orang anggota di Kalkuta, kini telah lebih dari 4.000 suster menjalankan panti asuhan, rumah bagi penderita AIDS dan pusat amal di seluruh dunia, dan merawat para pengungsi, pecandu alkohol, orang buta, cacat, tua, orang miskin dan tunawisma, korban banjir, dan wabah kelaparan.
Pada tahun 1952, Bunda Theresa membuka Home for the Dying pertama diatas lahan yang disediakan oleh kota Kalkuta. Dengan bantuan pejabat India, ia mengubah sebuah kuil Hindu yang ditinggalkan menjadi Kalighat Home for the Dying, sebuah rumah sakit gratis untuk orang miskin.
Bunda Theresa merasa perlu untuk membuat rumah bagi anak-anak yang hilang. Pada tahun 1955, ia membuka Nirmala Shisu Bhavan, sebagai perlindungan bagi yatim piatu dan remaja tunawisma. Bunda Theresa juga merupakan seorang pionir yang membangun rumah bagi penderita AIDS. Beliau mendapat Nobel Perdamaian pada tahun 1979.
            Pada April 1996, Bunda Theresa jatuh dan mematahkan tulang selangkanya. Pada bulan Agustus, ia menderita malaria dan gagal jantung di ventrikel kiri. Ia menjalani operasi jantung tapi sudah jelas bahwa kesehatannya menurun. Ia dirawat di sebuah rumah sakit di California, dan ini telah menghasilkan beberapa kritik.  Uskup Agung Calcutta, Henry Sebastian D'Souza mengatakan, ia memerintahkan seorang pendeta untuk melakukan eksorsisme kepada Bunda Theresa. Bunda Theresa meninggal pada tanggal 5 September 1997 di usianya yang ke 87 tahun. Petinggi-petinggi dari 23 negara menghadiri pemakamannya pada tanggal 13 September 1997 di Stadion Netaji, India yang berkapasitas sekitar 15000 orang dan pada saat kematiannya, ia telah menjalankan 610 misi di 123 negara.
                Perjuangan Bunda Theresa merupakan salah satu tokoh yang berjasa bagi dunia. Beliau adalah aktivis yang sangat berpengaruh bagi kehidupan dunia. Oleh karena itu, perjuangan Bunda Theresa patut ditiru karena memberikan contoh yang mendalam bagi kita.